Kiat Kiat Agar amal ibadah dilipatgandakan di bulan Ramadhan

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ala Rosulillah, wa ala aaalihi wa ashabihi wa man walah, amma ba’du……

Alhamdulillah kita telah masuk di malam ke 12 dari bulan Ramadhan artinya hampir separuh dari bulan Ramadhan telah meninggalkan kita maka mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang mendapatkan ampunan dari Allah Subhana wa tala
Karena,  Karena di antara tujuan dari kita berpuasa di bulan Ramadhan untuk mendapatkan ampunan Allah Subhanahu wa taala
baginda nabi shallahu alaihi wa salam bersabda :

من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

“Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan atas dasar keimanan dan mengharap ganjaran dari Allah, maka akan diampuni dosa dosanya yang telah lalu”

(HR.Bukhori & Muslim) 

Ketika seseorang berprofesi sebagai pedagang pasti dia berharap dengan modal yang sedikit , dengan waktu yang singkat dia bisa meraih untung atau hasil dan keuntungan yang berlipat ganda

Begitu juga petani, seorang petani berharap mendapatkan hasil panen yang memuaskan yang berlipat-lipat dengan pupuk yang sedikit dan modal yang sedikit dengan waktu sesingkat singkat nya

Maka begitu pula ketika seorang menjadi hamba Allah jika dia beramal sholeh, dia beribadah dengan ibadah yang sederhana tapi dia berharap dari amalan amalan yang sederhana tersebut mendapatkan pahala dan ganjaran yang berlipat ganda dengan waktu yang sesingkat singkatnya

Maka di antara amalan amalan yang harus kita perhatikan agar kita mendapatkan pahala yang berlipat ganda di sisi Allah Ta’ala ;

1. Dengan mengikhlaskan niat kita dalam setiap kita beramal sholeh 

yang mana ikhlas itu artinya

تصفية القلب عن إيراداة غير الله

Artinya “Membersihkan hati dari keinginan selain Allah” , Artinya memurnikan ibadah hanya untuk Allah semata hanya mengharapkan balasan dan Ganjaran dari Allah subhanahu wa ta ala

Seorang ulama yang bernama Imam Ibnul Mubarok

رب عمل كبير تصغره النية

ورب عمل صغير تكبره النية

Artinya “Betapa banyak amalan yang besar di sisi manusia akan tetapi tidak ada nilainya di sisi Allah disebabkan karena niat

Sebaliknya betapa banyak di mata manusia manusia menganggap itu adalah amalan amalan yang remeh tapi bisa jadi amalan tersebut menjadi Agung Allah disebabkan karena niat”

Oleh karena itu hendaknya kita selalu memperhatikan niat niat kita dalam setiap kita melakukan kebaikan, karena selain niat adalah syarat diterimanya ibadah niat juga yang akan membedakan kebiasaan dengan ibadah, betapa banyak orang yang di luar sana juga menahan lapar dan haus tapi karena pingin diet.

2. Benahi tata cara kita dalam beramal, 

Ketika kita ingin melakukan suatu perjalanan pasti kita akan menentukan tujuan yang jelas langkah-langkah yang kita akan lakukan sebagai persiapan perjalanan tersebut

Maka begitu pula kita dalam beramal tujuan serta tata cara dalam sebuah amal yang kita lakukan harus sesuai tuntunan nabi shallahu alahi wa salam

Berkata al Imam Ibnul Qoyyim :

كل طريق إلى الله مغلق

إلا طريق محمد بن عبدالله

Artinya “Semua jalan menuju Allah atau menuju Surganya Allah itu tertutup kecuali jalan yang telah ditempuh oleh baginda nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa salam”.

Maka tatkala kita menginginkan melakukan perjalanan dunia saja kita mencari jalan yang paling cepat kita mencari jalan tol jalan yang lain pun, begitu pula menuju surganya Allah maka tidak ada jalan menuju surga Allah yang paling cepat dengan kita meniti jalan yang ditempuh oleh nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa salam”.

Beliau juga bersabda, 

تَرَكْتُكُمْ عَلَى الْمَحَجَّةِ الْبَيْضَاءِ، لَيْلُهَا كَنَهَارِهَا لاَ يَزِيْغُ عَنْهَا إِلاَّ هَالِكٌ

“Aku tinggalkan kalian di atas jalan yang jelas, malamnya bagai siang, tidak ada yang menyimpang darinya kecuali ia akan binasa.” 

حديث إنما الأعمال بالنيات ميزان وأعمال الباطنة

وأما حديث من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد ميزان أعمال الظاهرة

Hadist Innamal a’malu bin niyaat (Sesungguhnya Amalan itu tergantung dari niatnya), sebagai Barometer untuk amalan amalan batin yang tidak terlihat, Maka hadist man amila amalan (Barang siapa mengerjakan suatu amalan yang bukan datang dari kami, maka amalan tersebut tertolak) sebagai Barometer untuk amalan amalan anggota badan yang terlihat.

3. Dengan memperhatikan sisi kewajiban amalan tersebut atau memperhatikan skalaprioritasnya

Karena amalan itu ada yang wajib ada yg sunah, bahkan yang wajib bertingkat tingkat ada yang rukun ada bukan rukun,

-contoh orang berpuasa tapi tidak sholat

– orang yg semangat teraweh tapi malas sholat subuh,

Imam Ibnu Hajar mengatakan : 

قال ابن حجر من شغلته السنة عن الواجب فقد مغرور

“Siapa yang amalan wajibnya disibukkan oleh amalan amalan sunnah maka sungguh dia tertipu”, maka yang terbaik adalah mereka yang semangat mengerjakan amalan amalan yang wajib dan juga antusias ketika mengerjakan amalan amalan sunnah dan itu adalah ciri dari 

Sabiquun bil Khairaat .

4. Dengan memperhatikan manfaat dari suatu amalan yang kita kerjakan itu apakah manfaatnya hanya kembali kepada diri kita sendiri atau amalan itu memberikan manfaat kepada orang yang banyak

Oleh karena itu ketika amalan memberikan manfaat kepada orang yang banyak maka dengan sebab itu Allah melipatgandakan pahala dari ibadah tersebut dari amalan tersebut

Imam ahmad berkata :

Tidak ada satu amalan yang paling mulia paling utama keutamaannya daripada mengajarkan ilmu, ilmu memberikan manfaat kepada sang pemiliknya dan juga memberikan manfaat kepada orang yang banyak, dengan adanya para ulama kaum muslimin jadi mengetahui mana yang halal mana yang haram, bisa mengenal Allah, mengetahui tata cara beribadah kepada Allah.

5. Kita mengerjakan suatu amalan dikerjakan dengan Dawam atau konsisten
Istiqomah 

أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَاوإن قلّ

Artinya : “Amalan Yang dicintai Allah adalah yang paling konsisten walaupun sedikit”.

Beramal banyak tapi kemudian dia berhenti dibandingkan dengan beramal sedikit tapi dia konsisten maka yang kedua lebih dicintai Allah wata’ala.

Kita berdoa kepada Allah ta’ala mudah-mudahan amalan kita yang sedikit ini yang penuh dengan kurangan, kelalaian ini dilipat gandakan oleh Allah subhanahu wa tala, Amiiin Allahumma Amiin…..

12 Ramadhan 1446 H

Al Faqiir Abu Ubaidillah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *