Pendidikan Terbaik adalah Pendidikan yang Bisa Menumbuhkan Fitroh-fitroh dengan Sempurna

Pendidikan Terbaik adalah Pendidikan yang Bisa Menumbuhkan Fitroh-fitroh dengan Sempurna

Allah subhanahu wa ta’ala adalah Dzat terbaik dan sempurna dalam menciptakan, sehingga tidak ada kekurangan dan ketidakcocokan pada penciptaan Allah.

Allah azza wa jalla berfirman :

ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ ۚ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha suci Allah, Pencipta Yang Paling Baik. (Surat Al Mukminun : 14)

Semua yang ada dimuka bumi telah Allah ciptakan dengan hikmah dan tujuan yang sangat mulia dan tidak mungkin ada penciptaan yang sia-sia dan percuma.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ

“Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau.” (Surat Ali Imron : 191)

Allah azza wa jalla juga berfirman:

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ

Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? (Surat Al Mukminun : 115)

Semua yang terjadi di muka bumi telah Allah atur sedemikian rapinya, tidak ada perkara yang terjadi karena tiba-tiba, maka tidak ada kebetulan di alam semesta.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَمَا تَكُونُ فِي شَأْنٍ وَمَا تَتْلُو مِنْهُ مِنْ قُرْآنٍ وَلَا تَعْمَلُونَ مِنْ عَمَلٍ إِلَّا كُنَّا عَلَيْكُمْ شُهُودًا إِذْ تُفِيضُونَ فِيهِ ۚ وَمَا يَعْزُبُ عَنْ رَبِّكَ مِنْ مِثْقَالِ ذَرَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَلَا أَصْغَرَ مِنْ ذَٰلِكَ وَلَا أَكْبَرَ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Quran dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)” (Surat Yunus : 61)

Maka anda ada, anda menjadi suami atau istri, anda menjadi orang tua, anda menjadi bagian dari masyarakat, dan anda hidup di dunia pasti memiliki tujuan dan pasti perjalanannya telah diatur oleh Allah ta’ala dan bukan sebuah kebetulan.

Mengapa Kita Ada?

Seseorang yang mengetahui apa alasan dan tujuan ia harus ada di muka bumi pasti ia akan mengetahui arah dan jalan hidupnya. Gambarannya bagaikan musafir yang memiliki rute pasti untuk sampai ke tujuannya.

Maka siapa yang tidak mengetahui tujuan dan misi hidupnya pasti ia akan tersesat dan salah jalan.

Allah menciptakan kita untuk 2 tujuan besar yaitu beribadah kepada Allah dan menjadi kholifah di bumi.

Dan ketika Allah menciptakan manusia untuk misi ibadah dan kholifah, Allah tidak akan lalai namun Allah juga telah menyiapkan perangkat dan sarana untuk mencapai tujuan tersebut.

Allah telah menciptakan manusia di atas fitroh dan karakter yang suci sebagai sarana mencapai misi penciptaan.

Dan karakter manusia terbagi menjadi 2 macam:

  1. Karakter moral yang akan mendorong manusia untuk beribadah. Yaitu berupa iman, jujur, amanah, Cinta kepada Allah, dll.
  2. Karakter kinerja yang akan mendorong manusia untuk menjadi kholifah di muka bumi. Yaitu berupa: semangat beraktivitas, tangguh, berjuang, pantang menyerah, dll. Kedua karakter ini harus terkumpul ada dalam diri seorang hamba sehingga akan melahirkan pribadi yang tangguh dan amanah dalam beraktivitas.

Kita tidak menghendaki pribadi muslim yang baik tapi malas, atau pribadi yang bekerja keras tapi culas.

Oleh sebab itu Allah sebutkan bahwa kesempurnaan manusia ketika memiliki dua misi ini.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْأَمِينُ

“karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya”. (Surat Al Qoshos : 26)

Allah subhanahu wa ta’ala juga menceritkan ucapan Nabi Yusuf ‘alaihissalam

قَالَ اجْعَلْنِي عَلَىٰ خَزَائِنِ الْأَرْضِ ۖ إِنِّي حَفِيظٌ عَلِيمٌ

Berkata Yusuf: “Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan”. (Surat Yusuf : 55)

Ibadah Kepada Allah

Allah menciptakan kita untuk menghambakan diri beribadah kepadaNya. Sebagaimana Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah kepada-Ku” (Surat Adz-Dzariyat : 56)

Dan setiap manusia akan datang di hari kiamat untuk menjadi hamba. Allah azza wa jalla berfirman:

إِنْ كُلُّ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ إِلَّا آتِي الرَّحْمَٰنِ عَبْدًا

Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. (Surat Maryam : 93)

Sifat kehambaaan manusia kepada Allah tidak pernah bisa dilepaskan dari diri seorang pun. Bahkan semakin kuat sifat penghambaan seseorang kepada Allah maka semakin mulia dan sempurna sifatnya.

Oleh sebab itu Allah telah menjuluki Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam dengan sifat hamba pada empat posisi yang paling mulia, yaitu:

  1. Ketika isro’ dan mi’roj
  2. Ketika mendapatkan Wahyu
  3. Ketika berdakwah
  4. Ketika menantang para pengingkar Al Qur’an. Oleh sebab itu jadikanlah semua nafas dan pergerakan diri kita untuk mendekatkan diri kepada Allah, sebagaimana Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Katakanlah: sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (Surat Al An’am : 162)

Kholifah di Muka Bumi

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”.(Surat al Baqoroh : 30)

Allah azza wa jalla juga berfirman:

هُوَ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا

Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya (Surat Hud : 61)

Allah menciptakan bumi dan semua isi di dalamnya untuk manusia. sebagaimana Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا

Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu (Surat al Baqarah : 29)

Ketika bumi yang Allah ciptakan harus ada makhluq yang memakmurkannya, maka Allah ciptakan manusia dari tanah supaya sifat tanah terus menempel dalam diri pemakmur bumi.

Karena tugas memakmurkan (kholifah) bumi adalah misi yang besar maka Allah menginstal semua perangkat dan sarana untuk mencapai tugas tersebut.  Maka Allah memberikan dalam diri setiap manusia fitroh (karakter) kinerja.

Untuk menjadi khalifah di bumi maka Allah membekali 2 perkara sebagai penunjang yaitu syahwat dan akal. Syahwat sebagai motor penggerak roda kehidupan dunia, sedangkan akal sebagai rem dan tali kekang syahwat supaya tidak menjerumuskan kepada dosa dan maksiat.

Bumi memiliki karakter berbeda dengan langit. Allah menciptakan malaikat sebagai pemakmur langit, akan tetapi malaikat tidak bisa memakmurkan bumi karna tidak punya syahwat. Binatang walaupun punya syahwat juga tidak bisa memakmurkan bumi karena tidak memiliki akal.

Maka dunia harus kita taklukkan walaupun tidak harus kita miliki. Dunia harus tunduk di genggaman tangan kekuasan kita dan jangan sampai dunia menguasai diri kita. Dunia adalah fitnah bagi orang yang menjadi budak dunia, akan tetapi dunia bisa menjadi sarana masuk surga bagi siapa yang bisa menaklukannya.

Marilah kita menjadi kholifah penakluk dunia.

Pendidikan Terbaik

Pendidikan yang paling baik adalah sebuah pendidikan yang bisa membawa anak kita kepada tujuan mereka diciptakan yaitu ibadah dan kholifah.

Pendidikan terbaik adalah pendidikan yang bisa menumbuhkan fitroh-fitroh dengan sempurna.

Pendidikan terbaik adalah pendidikan yang bisa mengantarkan manusia kepada peradaban – peradaban yang mulia.

Marilah kita jadikan rumah kita, sekolah kita, dan tempat beraktivitas anak kita sebagai sebagai ruangan pendidikan anak kita dan tempat untuk mempersiapkan generasi – generasi unggul yang siap untuk menggapai kejayaan di masa depan.

 

Tulisan Ust. Abul Abbas Thobroni (Mudir Pon-Pes Nidaus Salam. Pengasuh Pendidikan Berbasis Karakter & Fitroh SD SABA Al Madinah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *