Abi dan umi tahukah bahwa setiap anak lahir dalam keadaan unik? Tidak ada manusia yang sama di muka bumi. Maka dapat dikatakan bahwa setiap anak adalah very special limited edition. Sehingga yang perlu dilakukan oleh abi dan umi adalah menumbuhkan karakter sesuai fase usianya.
Anak pada fase usia 0 hingga 7 tahun merupakan fase thufulah (kanak-kanak). Pada fase kanak-kanak ini anak akan merasa dirinya yang paling penting, paling hebat, dan ingin menjadi pusat perhatian semua orang. Hal ini disebut dengan egosentris. Oleh karena itu pada fase ini sangat penting bagi orang tua untuk menguatkan aqidah anak, menumbuhkan rasa kasih sayang kepada anak, menghargai hasil karya anak, serta menjadikan rasa aman kepada anak.
Sehingga pendidikan yang tepat untuk fase thufulah ini adalah penanaman karakter iman serta menumbuhkan tauhid nya.Imajinasi dan abtraksi anak pada fase ini berada di puncaknya, sehingga imajinasi tentang Allah, Rasul, kebajikan dan kebaikan sangat mudah dibangkitkan. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mencontohkan dalam menumbuhkan tauhid pada diri anak selalu dengan membuat hati anak riang gembira melalui berbagai permainan.
Tetapi bagaimana dengan kondisi saat ini? Telah banyak orang tua yang menitipkan pendidikan anak pada fase kanak-kanak kepada sebuah lembaga pendidikan dimana para pendidiknya lebih banyak memberi tekanan melalui beban kongnitif seperti membaca, menulis, dan berhitung.
Penekanan pembelajaran anak pada usia 0 – 7 tahun adalah penekanan pada permainan imajinasi, menstimulasi sensorik, serta motorik anak. Hingga anak berusia 7 tahun, anak belum memiliki tanggung jawab moral dan sosial. Peran pendidik dan orang tua adalah sebagai fasilitator yang mengawasi dan mendokuntasikan anaknya bermain bebas dan spontan.
Referensi: Buku Pendidikan Karakter Nabawiyah (karya Ustadz Abdul Kholiq)
