Kiat – kiat agar mendapatkan anak – anak yang shalih dan shalihah – Oleh Ustadz Khalif Muhamad,S.Pd

Diantara amanah yang sangat besar dari Allah ta’ala kepada setiap orang tua agar mendidik anak-anaknya menjadi anak-anak yang shalih dan shalihah, tentu setiap dari kita pasti menginginkan anak-anak yang shalih dan shalihah.

maka hendaknya bagi setiap dari kita untuk mengambil sebab-sebab yang telah syari’at tentukan sehingga kita dapat mendidik dan mencetak anak-anak yang shalih dan shalihah agar mereka menjadi anak yang bermanfaat untuk kita di dunia terlebih nanti di akhirat, berikut ini diantara kiat-kiat agar mendapatkan anak – anak yang shalih dan shalihah.

1. Berdo’a memohon kepada Allah ta’ala agar dikaruniakan anak yang shalih dan shalihah,  hendaknya bagi setiap orang tua memohon agar Allah ta’ala memberikan karunia berupa keturunan yang shalih dan shalihah, juga kemudian setelah Allah ta’ala telah memberi rezeki berupa anak keturunan kita senantiasa mendoakan mereka agar diberikan hidayah, dan keistiqomahan di atas hidayah. Dan diantara karunia terbesar yang Allah ta’ala berikan kepada kita adalah dengan Allah ta’ala menjadikan doa kedua orang tua sebagai doa yang mustajab untuk anak-anaknya, Rasul Shalallahu alaihi wa salam bersabda:

أنه قال : ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُستجابات لا شَكَّ فِيهِنَّ: دعوة الوَالد، دعوة المسافر، ودعوة المظلوم

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

Sumber https://rumaysho.com/1711-doa-orang-tua-pada-anaknya-doa-mustajab.html

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

Sumber https://rumaysho.com/1711-doa-orang-tua-pada-anaknya-doa-mustajab.html

Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang tua, doa orang yang bepergian (safar) dan doa orang yang dizholimi.” (HR. Abu Daud no. 1536. Syaikh Al Albani katakan bahwa hadits ini hasan).

Sumber https://rumaysho.com/1711-doa-orang-tua-pada-anaknya-doa-mustajab.html

  “Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang tua, doa orang yang bepergian (safar) dan doa orang yang dizholimi.” (HR. Abu Daud no. 1536. Syaikh Al Albani katakan bahwa hadits ini hasan). 

diantara doa Nabiyullah Ibrohim Alaihi salam:

رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ

Referensi: https://www.bayan.id/quran/37-100/

artinya: Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang saleh.
(QS. As-Saffat: 100) .
رَبِّ ٱجْعَلْنِى مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِى ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ
Artinya:” Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku”. (QS. Ibrohim : 40)
2. Pentingnya memilih istri yang shalihah, banyak yang mengira bahwa agar bisa mendapatkan anak-anak yang shalih dan shalihah setelah dilahirkannya sang anak, padahal ada hal yang lebih jauh lebih penting dari hal ini, yaitu dengan memilihkan calon pasangan yang shalih dan shalihah juga, maka hendaknya bagi setiap calon ayah agar dia mencari calon untuk ibu dari anak-anaknya seorang wanita muslimah yang shalihah, dan bertaqwa kepada Allah ta’ala, karena ini akan sangat berpengaruh pada anak-anaknya kelak, karena dengan dia memilih wanita yang shalihah ini maka anak-anaknya akan dididik dan dibesarkan dengan benar sesuai dengan syariat dan akhlaq perangai Islami. oleh karena itu Rasul Shalallahu alaihi wa salam sudah mewanti-wanti kita sejak dulu, beliau Shalallahu alaihi wa salambersabda:
تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ لِمَالِهَا، وَلِحَسَبِهَا، وَجَمَالِهَا، وَلِدِينِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ
Artinya:”Wanita itu dinikahi karena empat hal, karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya dan karena agamanya. Maka pilihlah karena agamanya, niscaya kamu akan beruntung”. (HR. Bukhari Muslim).
3. Berbakti kepada orang tua kita, karena Al jazaa min jinsil ‘amal (balasan sesuai dengan perbuatan).
4. Memberikan nama yang baik untuk anak kita, diantara hal penting yang perlu diperhatikan adalah memberikan nama untuk anak-anak kita, dan sebaik-baik nama untuk anak laki-laki seperti sabda Rasul Shalallahu alaihi wa salam adalah Abdullah, Abdurrahim.hal ini banyak dari orang tua dari kalangan kaum muslimin malah meremehkannya, bahkan sebagian dari mereka menamakan anak-anaknya seperti nama-nama orang kafir, nama pemain sepak bola, grub band dan lainnya.
5. Mendidik dan mengajarkan anak-anak kita sesuai dengan syariat, yang telah Allah dan Rasulnya tetapkan, Allah ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
Ali bin Abi Thalib -Rhadiallahu anhu- berkata dalam ayat iniartinya ajarilah mereka adab dan ilmu agama
” أدبوهم وعلموهم”
6.Menjadi contoh teladan serta panutan yang baik bagi anak-anaknya, karena seorang anak otomatis melihat dan mengikuti sikap dari kedua orang tuanya. contohnya, seorang ayah memerintahkan anak laki-lakinya untuk senantiasa sholat di masjid, sedangkan dia saja hanya seminggu sekali ke masjid, tentu sang anak akan kurang nasihat dari ayahnya tersebut”.
7. Memberikan makanan, pakaian dari harta yang halal, karena ini akan mempengaruhi ketaatan dan keshalihan seorang anak.
8. Menjauhkan mereka dari teman-teman yang buruk, dengan kita memilihkan untuk mereka lingkungan yang baik, sekolah yang baik, ada sebuah ungkapan arab “Al Jaaru qobla Ad Daaru” artinya “memilih tetangga yang baik sebelum memilih tempat tinggal”.
9. Membawa dan membiasakan mereka untuk datang ke majelis orang-orang berilmu dan zuhud, agar mereka bisa mengamati dan mengambil pelajaran dari mereka.
10. Membawa anak kita kepada orang-orang yang baik agar mereka mendoakan kebaikan untuk anak kita, dengan tetap meyakini bahwasannya hidayah hanya milik Allah ta’ala, hal ini sebagai mana yang dilakukan ibunda seorang dari ulama besar kota Bashrah yaitu Imam Hasan Al-Bashri, “Khairah ibunda Hasan datang dengan bayi di gendongannya. Ketika Ummu Salamah memandangnya, beliau langsung menyukai bayi itu karena wajahnya yang tampan dan cerah, menarik hati siapapun yang memandangnya. Ummu Salamah bertanya kepada budaknya: “Sudahkah engkau memberikan nama untuknya wahai Khairah?” Khairah menjawab: “Belum, aku ingin Anda-lah yang memilihkan nama untuknya sesuka Anda.” Ummu Salamah berkata, “Kita akan memberi nama yang diberkahi Allah Subhanahu wa Ta’ala yaitu Hasan.” Lalu beliau mengangkat tangannya untuk mendoakan kebaikan bagi sang bayi.
11. Membaca doa sebelum berhubungan badan, sebagimana doa yang Nabi Shalallahu alaihi wa salam ajarkan,
بِسْمِ اللهِ اَللّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا
artinya: “Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan supaya tidak mengganggu apa (anak) yang akan engkau rezekikan kepada kami.” Wallahu ta’ala A’lam wa Ahkam.
Diringkas dari kajian kitab Tarbiyyatul awlaad
Sabtu, 29 Muharram 1444 H

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *